March 16th, 2010
Ciri Profile Kepribadian Blogger: Sanguinis, Melankolis, Koleris, atau Plegmatis
<!–Post Meta
–> Ciri-ciri blogger sanguinis
- Senang bergaul sehingga blogwalking menjadi salah satu prioritasnnya ketika blogging.
- Kalau ada kotak chat di sebuah blog, itu menjadi sasaran utama para blogger sanguinis untuk menumpahkan salam dan pesan pada si empunya blog.
- Orangnya spontan sehingga anda sering temukan kejutan tiba-tiba darinya.
- Semua komentar di blog akan dia balas tanpa ada yang terlewat.
- Ketika membuat posting kadang dibuat tanpa pemikiran mendalam sehingga tanpa sadar pada akhirnya merugikan dirinya sendiri.
- Ahli cerita yang hebat sampai membuat yang membaca terkagum-kagum.
Ciri-ciri blogger melankolis
- Agak perfeksionis. Kalau dirasa belum pas, posting yang sudah disiapkannya itu tidak akan dipublish dan diganti dengan yang lainnya. Begitupun kalau sudah siap-siap mengomentari postingan di blog lain, saat dia baca kembali komentar yang akan dimasukkannya dan dirasanya kurang pas, maka dia akan urung untuk memberikan komentar.
- Bersifat teratur. Postingan sudah memiliki jadwal terbit, blogwalking juga memiliki waktu tersendiri
- Sangat kreatif, sehingga letupan-letupan kreatif akan terlihat dalam aktivitas bloggingnya.
- Mau berkorban untuk orang lain seperti misal dengan melakukan link baiting dengan blog-blog lain.
- Tekun. Kalau dulu di blogger.com belum bisa membuat halaman statis secara gampang, blogger melankolis akan tekun membuatnya sendiri.
Ciri-ciri blogger koleris
- Cenderung mendominasi dan sangat mahir mengorganisasi. Cocok bila dijadikan sebagai ketua persatuan blogger.
- Punya banyak ambisi dan gairah yang luar biasa untuk mewujudkannya.
- Orang koleris suka tantangan dan tak mudah menyerah. Kalau dalam sehari, dia sudah mencanangkan untuk berkomentar di 100 blog sebagai upaya promosi blog, maka pasti itu akan dia lakukan sampai rampung. Tidak ada kata mundur bagi blogger koleris ini.
Ciri blogger plegmatis
- Sangat cinta damai sehingga postingan-postinganya akan diteliti agar tidak memicu terjadinya pertumpahan darah konflik.

- Sifatnya yang kalem dan tenang sangat tepat menjadi juru damai antar blogger yang sedang mengalami konflik.
- Komentar-komentar yang diberikannya akan cenderung mengamini isi postingan. Kedamaian adalah nilai tertinggi yang dijunjung blogger tipe ini.
Posted in The essence | No Comments »
January 20th, 2010
Posted in The essence | No Comments »
September 4th, 2009
Hukum, masyarakat, penegak hukum
Hukum adalah kumpulan peraturan hidup dalam suatu masyarakat yang teratur, bersifat memaksa, mengikat dan dapat dipaksakan. PembuatanĀ peraturan hukum adalah tugas dan kewajiban lembaga-lembaga legislatif, dan untuk pelaksanaannya adalah lembaga-lembaga eksekutif dan kehakiman. Peraturan hukum berjalan dengan baik bila benar-benar mencerminkan rasa keadilan dan kehendak sebagian besar masyarakat (Mr. H. Polak: Hukum Perdata Tertulis di Indonesia, terjemahan Sulwan. dicetak dan dikelaurkan oleh J.B. Wolters – Djakarta – Groningen tahun 1951). Bertitik tolak dari pendapat diatas, yang mngkin sudah mengalami perubahan dan penyesuaian berdasarkan dinamika dalam kehidupan di Indonesia waktu ini, perlu ditekankan bahwa peraturan hukum hanya bisa berjalan baik, kalau masyarakat mematuhinya, dan penegak hukum menjalankankan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya. Jadi kurang dapat diterima dan dipahami, bila penegak hukum selalu beranggapan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap peraturan hukum itu yang pokok. Anggapan mereka ini seolah-olah mereka tidak tahu fungsi dan tugas mereka yang dapat memakai peraturan-peraturan hukum yang bersifat memaksa, mengikat, dan dipaksakan itu. Sebagai contoh: kewajiban menghidupkan lampu motor di siang hari sudah tidak ditindak oleh polisi, sedangkan perturan masih berlaku. Demikian juga mengenai larangan merokok di tempat-tempat umum dianggap sepi, karena tidak ada tindakan terhadap pelaku-pelakunya. Kemungkinan peraturan-peraturan itu tidak tepat adalah pesoalan lain, dan menjadi tugas dan kewajiban lembaga-lembaga negara untuk memperbaikinya. Akan menjadi sangat runyam, jika penegak hukum sendiri melanggar atau mengabaikan peraturan-peraturan hukum yang berlaku atas pertimbangan-pertimbangan subejktip, dan / atau menjadikan peraturan-peraturan itu peluang untuk menambah penghasilan. Kalau tokh kita ingin menuntut masyarakat patuh, kewibawaan dan kredibilitas penegak hukum pertama-tama harus dipulihkan, lembaga-lembaga negara harus menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan baik, dan peraturan-peraturan yang tidak tepat direvisi sebagaimana mestinya. Marilah kita berpikir rasional dengan memakaikan akal sehat. Tidak hanya berdalih untuk membenarkan kekurangan / kekeliruan dalam bertugas.
Posted in The essence | No Comments »
September 4th, 2009
Welcome to Diponegoro Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Posted in The essence | No Comments »